Showing posts with label unek-unek enek. Show all posts
Showing posts with label unek-unek enek. Show all posts

Wednesday, June 15, 2011

Kamus Alay

Buatd kamUw2 y4nG p3nGind d!biLaN6 g4wooooOL abieeezzzt ma tMend2 kMuw.. nih aqUwh kasih gratis Kamus Alay buad bLjar.. xixixixixixixixi

Jangan Buru-buru Ganti Baterai Laptop

Jika kamu menginstal windows 7 sebagai OS di laptopmu, mungkin kamu pernah mendapatkan pemberitahuan "consider replacing your battery" yang artinya kurang lebih mengatakan kalo baterai laptop kamu udah saatnya diganti. *Nah lo??* Kalo belum pernah, tunggu aja, cepat atau lambat pasti nongol tuh notifikasi.. :D
Biasanya pesan ini juga disertai dengan munculnya tanda silang merah di ikon baterai yang ada di system tray.
Dan juga laptop yang ga bisa nyala tanpa dicolokin listrik.. *waduhh, tambah serem aja*

Trus gimana nih? apa baterenya bener2 rusak? kudu diganti dong?? pasti mahal.. padahal lg ga da duit.. tanggal tua pula.. kiriman belum dateng.. utang di warung aja belum pd lunas.. *Lho, kok malah curhat??*
Hehehe.. tenang aja, ga usah panik. Tarik napas dalem2, keluarin lewat mulut.. huuooooossh.. wkwkwkwkwk..
Berikut ini saya sertakan tips2 untuk mengatasi daripada masalah yang telah disebutkan di atas, bahwasannya langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.. cekidot..
  • pertama charge batre laptop kamu sampe full banget (99% - 100%), setelah itu matikan laptopnya (charger jangan dicabut dulu)
  • Hidupkan laptop kamu sambil menekan F8 berulang-ulang sampai muncul menu Advanced Boot Options. Terus pilih Safe Mode.
  • Setelah laptop nyala dan udah masuk ke Windows Safe Mode, barulah cabut charger baterai laptop kamu
  • Biarin aja laptop nyala sampai mati sendiri karena baterainya benar-benar habis. Ga usah diapa-apain dan ga usah njalanin program apa-apa
  • Setelah mati, colokin lagi charger-nya terus dinyalain laptopnya. Insya Alloh semua kembali normal seperti sedia kala. Notifikasi “consider replacing your battery” dan tanda silang merah di icon baterai tidak muncul lagi.
  • Alhamdulillah.. :)
Mungkin kamu bingun n penasaran, kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi. Berikut ini penjelasan yang saya kutip dari salah satu artikel yang saya baca:
Perlu diketahui bahwa notifikasi ini muncul ketika Windows 7 mendeteksi bahwa kapasitas baterai laptop Anda sudah kurang dari 40% kapasitas seharusnya, dan karenanya sudah selayaknya diganti. Namun demikian, sudah banyak laporan dari pengguna Windows 7 di berbagai pelosok dunia yang menyatakan bahwa kadangkala Windows 7 salah dalam mendeteksi kapasitas baterai laptop. Bahkan pernah ada seorang pengguna yang sudah mengganti baterai laptopnya dengan yang baru namun masih tetap mendapatkan notifikasi ini.
Okelah cukup sekian.. semoga bermanfaat.. :)

Tuesday, March 8, 2011

Jangan Salahkan Sang Kodok

Suatu sore saya sedang duduk2 di teras rumah sambil melihat anak2 kecil bermain.  Ya, rumah saya memiliki halaman yang cukup luas, sehingga sering dijadikan sebagai "taman-bermain" oleh anak2 tetangga. Suatu ketika seorang anak berlari mengejar temannya, kemudian ia terjatuh.  Ia pun menangis keras. Ibunya segera datang menghampirinya dan berkata "cup..cup.. jangan nangis.. siapa yang nakal? kodoknya nakal yah? nih, udah ibu pukul kodoknya.." seraya melakukan gerakan seperti memukul di tempat si anak terjatuh.

Peristiwa di atas mungkin terlihat sederhana. Mungkin sudah biasa kita lihat. Atau bahkan kita sendiri juga mengalaminya sewaktu kecil. Namun, siapa sangka sikap itu memiliki dampak yang sangat dahsyat. Tanpa disadari, kata-kata sang ibu tadi terekam dalam memori otak si anak. Usia anak-anak masih sangat peka terhadap informasi yang diterimanya dari luar. Sikap sang ibu tadi bisa saja tertanam dalam diri si anak sebagai ajaran untuk menyalahkan sesuatu atas keburukan yang menimpanya. Bila ia terjatuh, ia akan menyalahkan “kodok” yang sebenarnya tidak ada. Ketika usianya sudah mencapai tahap dimana ia sudah mampu memahami bahwa sang kodok ternyata tak pernah ada saat ia jatuh, bisa saja ia akan menyalahkan apa saja yang ada di sekitarnya, misalnya kursi atau bahkan temannya sendiri. Jika sikap seperti ini dibiarkan terus menerus, bukan hal mustahil ia akan tumbuh menjadi seorang pribadi yang selalu mencari kambing hitam untuk disalahkan atas kondisi tidak menyenangkan yang terjadi pada dirinya.



Ketika kita menimpakan kesalahan kepada orang lain atau benda, maka baru saja kita melakukan argumentum ad hominem.  Sebuah perilaku yang menunjukkan kesalahan logika (logical fallacy) dimana kita menyerang pribadi seseorang atau sesuatu yang tidak ada hubungannya ketika kita menghadapi masalah.  Misalnya, kita datang terlambat ke kampus kemudian kita menyalahkan traffic light yang berwarna merah sehingga menghalangi kita sampai tepat waktu.  Atau ketika kita gagal ujian, kita salahkan hujan yang datang terus menerus.

Secara sederhana, argumentum ad hominem muncul saat ada keinginan untuk menang.  Saat dimana seseorang tidak bisa menerima kenyataan sehingga akhirnya mencari-cari subjek lain untuk dipersalahkan.  Sebuah hal yang wajar ketika semua orang ingin diterima oleh orang lain.  Baik diterima keberadaanya maupun cara berpikirnya.  Yang menjadi masalah adalah ketika mengusahakan penerimaan itu dengan menghalalkan berbagai cara, termasuk dengan merendahkan pribadi orang lain di sekeliling kita.

Kebanyakan orang tua di negeri kita tercinta ini “mengajarkan” anak-anak mereka menjadi “anak kodok”. Efeknya tidak main-main, ajaran kodok ini sedikit banyak telah ikut menyumbangkan peran dalam membangun kerusakan moral bangsa. Nilai-nilai karakter bangsa semakin lama semakin memudar. Bayangkan jika para wakil rakyat yang di atas sana hobinya hanya saling tuding dan menyalahkan. Mau dibawa kemana bangsa ini, jika para pemimpinnya berasal dari golongan anak kodok.

Sekarang, mari kita melihat pada diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk dalam golongan anak kodok yang bisanya hanya menyalahkan. Cuma kita sendiri dan Tuhan yang tahu. Belum terlambat untuk mengubah diri kita, mengubah masa depan bangsa ini, menjadi lebih baik. Tanamkanlah hal-hal yang positif pada anak-anak kita kelak. Berhati-hatilah memberikan pernyataan dan penjelasan kepada anak. Gunakan kalimat yang baik, insya Alloh akan memberi dampak yang positif kepada anak. Amin.

Monday, March 7, 2011

Memainkan Game Onet di Windows 7

Suka main onet?? atau jangan2 malah ga tau onet itu apa?? itu loh, game yg nyama2in gambar pokemon.. udah tau? nih, ane kasih screenshotnya gan..
ooooh, yg ini toh?? hmm,, udah inget kan sekarang.. kalo msh ada yg belum tau juga bisa donlot disini gan..
walaupun game ini tergolong game yang ringan dan berukuran kecil, tapi memiliki manfaat yg sangat besar, khususnya buat saya.. hehehehe.. bisa buat ngisi waktu dan menghilangkan suntuk saat kita lagi ga ngapa-ngapain alias ga ada yg bisa dikerjain..
tapi sayang, semenjak saya hijrah ke windows 7, mendadak game kesayangan saya ini tidak bisa dimainkan lagi.. T.T mungkin temen2 jg ada yg mengalaminya??
setelah sekian lama, kangen sama si onet ini, akhirnya saya pun bertanya pada mbah google, ternyata memang benar, game onet ini ga bisa dibuka di win 7.. tapi tenang dulu,, ada solusinya kok.. ternyata untuk bisa memainkan game ini di windows 7, terlebih dahulu kita harus menginstal sebuah file yang namanya msvbvm50.exe ... setelah file ini terinstal, barulah kita bisa membuka file onet.exe kita..
dan akhirnya, sekarang saya bisa main game ini lagi.. assiiiiiiikkk.....!!!
donlot file msvbvm50.exe klik disini gan!!

>>> selamat bermain onet kembali.. :D

Saturday, September 25, 2010

Paradoks yang Membingungkan

Sebenarnya apa sih kebenaran itu? Apa hanya sebatas kita menilai sesuatu sebagai "benar" atau jika tidak maka berarti ia "salah"? Orang mengenal matematika sebagai ilmu pasti, yang berisi hitungan-hitungan yang hasilnya pun pasti. Hanya ada benar atau salah. Sesuatu yang "benar" mengandung makna bahwa ia tidak "salah". Hmm, benarkah begitu?
Coba kita cek, :-)

Suatu hari saya berkata, "Saya sedang berbohong".
Apa yang Anda pikirkan? Ada yang aneh? Memang..
Anggaplah pernyataan yang saya katakan tadi merupakan suatu kebenaran.
Berarti saat itu saya memang sedang berbohong..
Sehingga apa yang saya katakan bahwa "saya sedang berbohong" merupakan suatu kebohongan.
Artinya saat itu saya TIDAK sedang berbohong.

Lho? Bukannya di awal tadi telah disepakati bahwa kalimat "saya sedang berbohong" bernilai benar. Tapi kok bisa terjadi kesimpulan yang berbunyi "saya tidak sedang berbohong".
Ya, terjadi kontradiksi dari pernyataan awal tadi.
Di sini kita mendapati bahwa pernyataan awal yang tadi bernilai benar ternyata juga sekaligus bernilai salah.
Bagaimana bisa sesuatu bernilai benar dan salah sekaligus.
Inilah yang dinamakan  paradoks.

Masih bingung? Saya juga. Hehehehehe..

Coba kita tanya-tanya sama Om wiki..
Berikut penjelasan beliau.

Paradoks adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi.

Paradoks yang saya contohkan di atas merupakan pengembangan dari paradoks tertua dan sangat terkenal di dunia yaitu Paradoks Pembohong (liar paradox) atau Epimenides Paradox yang diungkapkan oleh Epimenides yang hidup di abad 6 SM.

Paradoks itu aslinya adalah sebagai berikut:
"Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa semua orang Kreta adalah pembohong."

Rangkaian premis berikut ini akan membawa kita pada dua kesimpulan yang bertentangan:
  • Jika apa yang dikatakan Epimenides benar, ia bukan pembohong
  • Jika Epimenides bukan pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar
  • Jika apa yang dikatakannya tidak benar, ia pembohong.
Kesimpulan pertama: Jadi, ia adalah pembohong.
  • Jika yang dikatakan Epimenides tidak benar, ia adalah pembohong
  • Jika ia pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar
  • Jika apa yang dikatakannya tidak benar, maka ia adalah orang jujur, bukan pembohong.(karena ia orang Kreta).
Kesimpulan kedua: ia adalah orang jujur dan bukan pembohong.

Apa yang dikatakan Epimenides sebenarnya secara bersama-sama sekaligus mengandung kebohongan dan kebenaran. Jika kebohongan, berarti ia benar-benar pembohong, dan jika kebenaran, ia adalah seorang yang jujur. 

Dari penjelasan mengenai paradoks yang 'agak' membingungkan ini, apa yang bisa kita peroleh?
Ada pelajaran yang bisa kita ambil.
Bahwa sesungguhnya tidak ada seorangpun yang 100% "selalu-berbohong" atau "selalu-jujur". Intinya nilai benar dan salah tidaklah mutlak. Karena dari paradoks, kita tahu bahwa benar dan salah adalah sekaligus sebuah kontradiksi.
Jangan selalu langsung percaya begitu saja pada apapun.
Apa yang kau lihat dan kau dengar tak selamanya benar, tak selamanya salah.
Mungkin bisa juga keduanya.


"The main bussiness of mathematics is proving theorems."

Saturday, June 19, 2010

Memulai Sesuatu Tak Harus Selalu di Awal kan??

Hidup adalah perubahan. Jika kau tak [mau] berubah, maka kau tidak hidup. Begitu lah kira-kira konsepnya. Perubahan itu bisa jadi lebih baik atau lebih buruk. Tergantung niat kita. Kalo mau melakukan perubahan, yg pertama kali harus kita lakukan adalah 'niat' dulu...
okey????
^^
Hmm.. Smoga 'niat' baru saya ini bisa menjadi sesuatu yg bermanfaat.. baik buat saya, atau siapapun juga..
Bismillahirrohmanirrohim..